1) Aktivitas Pola Pembentukan Sikap
Gerak dasar pencak silat adalah suatu gerak terencana, terarah, terkoordinasi dan terkendali, yanGerak spesifik pencak silat adalah suatu gerak terencana, terarah, terkoordinasi dan terkendali, yang mempunyai empat aspek sebagai satu kesatuan, yaitu aspek mental spiritual, aspek beladiri, aspek olahraga, dan aspek seni budaya.
Dengan demikian, pencak silat merupakan cabang olahraga yang cukup lengkap untuk dipelajari karena memiliki empat aspek yang merupakan satu kesatuan utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan.
* Bentuk pembelajaran sikap/kuda-dalam pencak silat antara lain sebagai berikut.
- Aktivitas pembelajaran sikap berdiri Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerak spesifik macam-macam sikap berdiri dalam pencak silat berikut ini.
- Sikap salam dan berdoa dilakukan setiap memulai dan mengakhiri pembelajaran atau pertandingan. Hal ini dilakukan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Sikap kangkang merupakan sikap dasar untuk langkah dan kuda-kuda.
- Sikap kuda-kuda merupakan persiapan untuk melakukan serangan dan belaan.
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. Siswa melakukan gerak spesifik macam-macam sikap berdiri dalam pencak silat. Kemudian membandingkan hasil pengamatannya dengan cara berikut:
- Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
- Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan siswa.
- Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerak spesifik sikap jongkok, duduk, dan berbaring dalam pencak silat berikut ini.
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. Siswa melakukan gerak spesifik sikap jongkok, duduk, dan berbaring dalam pencak silat. Kemudia membandingkan hasil pengamatannya dengan cara berikut:
- Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
- Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan siswa.
- Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.
3. Aktivitas pembelajaran sikap pasang Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerak spesifik sikap pasang (1) Sikap pasang atas, (2) Sikap pasang tengah, dan (3) Sikap pasang bawah) dalam pencak silat berikut ini.
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. Siswa melakukan gerak spesifik sikap pasang (1) Sikap pasang atas, (2) Sikap pasang tengah, dan (3) Sikap pasang bawah) dalam pencak silat. Kemudian membandingkan hasil pengamatannya dengan cara berikut:
- Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
- Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan siswa.
- Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.
Pembentukan gerak merupakan awal dalam melakukan pembelaan maupun serangan. Pembentukan gerak terdiri dari pembentukan arah dan langkah.
1. Aktivitas pembelajaran pembentukan arah
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerak spesifik pembentukan arah dalam pencak silat berikut ini.
Arah adalah sasaran dalam melakukan gerakan, baik pada waktu melakukan pembelaan maupun serangan. Arah dikenal dengan delapan penjuru mata angin. Langkah dilakukan pada arah tertentu sesuai dengan keperluannya.
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. Siswa melakukan gerak spesifik pembentukan arah dalam pencak silat. Kemudian membandingkan hasil pengamatannya dengan cara berikut:
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerak spesifik pembentukan arah dalam pencak silat berikut ini.
Arah adalah sasaran dalam melakukan gerakan, baik pada waktu melakukan pembelaan maupun serangan. Arah dikenal dengan delapan penjuru mata angin. Langkah dilakukan pada arah tertentu sesuai dengan keperluannya.
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. Siswa melakukan gerak spesifik pembentukan arah dalam pencak silat. Kemudian membandingkan hasil pengamatannya dengan cara berikut:
- Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
- Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan siswa.
- Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.
Langkah adalah perubahan injakan kaki dari suatu tempat ke tempat lainnya. Langkah dapat dilakukan lurus, silang/serong. Cara melakukannya bisa dengan cara diangkat, geseran, ingutan, lompatan dan loncatan.
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerakan pembentukan langkah dalam pencak silat berikut ini.
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. Siswa melakukan gerakan pembentukan langkah dalam pencak silat. Kemudian membandingkan hasil pengamatannya dengan cara berikut:
- Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
- Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan siswa.
- Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.
4) Aktivitas pembelajaran gerak dasar pembelaan dalam pencak silat
Pembelaan pencak silat tidak mungkin mendapatkan gerak dasar yang baik dan benar bila tidak dipelajari. Siswa diminta untuk mencoba membaca berbagai bentuk-bentuk pembelajaran gerak dasar pembelaan dengan cermat, siswa melakukan bersama-sama teman-temannya untuk mempraktikkan berbagai jenis bentuk-bentuk pembelajaran gerak dasar pembelaan yang ada dalam buku, kemudian diskusikan cara melakukannya yang baik. Yakinlah siswa bisa menjadi apapun yang kamu inginkan, dengan catatan serius dan sepenuh hati melakukannya.
Pembelaan merupakan prinsip utama dalam pencak silat, sehingga harus benar-benar dikuasai. Bentuk-bentuk gerak dasar pembelaan antara lain dengan cara melakukan elakan dan tangkisan.
1. Aktivitas pembelajaran gerak dasar elakan
Elakan dilakukan dengan cara memindahkan sasaran dari arah serangan. Arah elakan dilakukan sesuai dengan arah delapan penjuru mata angin. Elakan dapat dilakukan dengan cara berikut ini:
- Elak hadap yaitu mengelak dengan memindahkan kaki belakang sehingga badan menghadap lawan.
- Elak samping, yaitu mengelak dengan cara memindahkan kaki ke samping dan posisi badan dimiringkan.
- Elak angkat kaki, yaitu dilakukan dengan mengangkat salah satu kaki kiri dari sasaran penyerangan.
- Elak kaki silang, yaitu dilakukan dengan menyilangkan kaki ke samping atau serong. Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerakan elakan dalam pencak silat berikut ini.
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. Siswa melakukan gerakan elakan dalam pencak silat. Kemudia membandingkan hasil pengamatannya dengan cara berikut:
- Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
- Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan siswa.
- Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.
2. Aktivitas pembelajaran gerak dasar tangkisan
Tangkisan merupakan cara pembelaan dengan mengadakan kontak langsung dengan lawan. Hal ini dapat dilakukan dengan satu tangan atau lengan, dua lengan, siku dan kaki.
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerakan tangkisan dalam pencak silat berikut ini.
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. Siswa melakukan gerakan tangkisan dalam pencak silat. Kemudian membandingkan hasil pengamatannya dengan cara berikut:
- Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
- Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan siswa.
- Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.
Serangan merupakan usaha pembelaan yang dilakukan dengan menggunakan lengan atau kaki untuk mengenai badan lawan. Bentuk-bentuk serangan dapat dilakukan dengan cara pukulan, sikuan, tendangan, sapuan, kaitan dan guntingan.
1. Aktivitas pembelajaran serangan dengan tangan
1. Aktivitas pembelajaran serangan dengan tangan
Aktivitas pembelajaran serangan melalui tangan dalam bentuk pukulan dapat dilakukan dengan cara: tinju, tebak, totok, bantul, dorong, dan sodok.
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerakan serangan dengan tangan (tinju, tebak, totok, bantul, dorong dan sodok) dalam pencak silat berikut ini:
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. Siswa melakukan gerakan serangan dengan tangan (tinju, tebak, totok, bantul, dorong dan sodok) dalam pencak silat. Kemudian membandingkan hasil pengamatannya
dengan cara berikut:
- Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
- Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan siswa.
- Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.
Aktivitas pembelajaran serangan dengan siku dapat dilakukan dari depan, atas, bawah, samping, serong, dan belakang. Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerakan serangan dengan siku (dari depan, atas, bawah, samping, serong dan belakang) dalam pencak silat si berikut ini.
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. Siswa melakukan gerakan serangan dengan siku (dari depan, atas, bawah, samping, serong dan belakang) dalam pencak silat. Kemudian membandingkan hasil pengamatannya dengan cara berikut:
- Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
- Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan siswa.
- Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.
Aktivitas pembelajaran gerak spesifik serangan dengan menggunakan kaki dalam pencak silat antara lain sebagai berikut.
* Aktivitas pembelajaran serangan dengan menggunakan tendangan
Aktivitas pembelajaran serangan dengan menggunakan tendangan dapat dilakukan dengan punggung kaki, telapak kaki, ujung kaki dan tumit.
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerakan serangan dengan menggunakan tendangan dapat dilakukan dengan punggung kaki, telapak kaki, ujung kaki dan tumit dalam pencak silat berikut ini.
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. Siswa melakukan gerakan serangan dengan menggunakan tendangan dapat dilakukan dengan punggung kaki, telapak kaki, ujung kaki dan tumit dalam pencak silat.
Kemudian membandingkan hasil pengamatannya dengan cara berikut:
- Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
- Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan siswa.
- Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.
* Aktivitas pembelajaran serangan dengan menggunakan sapuan
Sapuan terdiri dari empat jenis antara lain sebagai berikut:
- Sapuan tegak, yaitu serangan menyapu kaki dengan perkenaannya telapak kaki ke arah bawah mata kaki, lintasannya dari luar ke dalam, bertujuan mematahkan.
- Sapuan rebah, yaitu serangan menyapu kaki dengan cara merebahkan diri bertujaun menjatuhkan, bias dengan sapuan rebah belakang (sirkel bawah).
- Sabetan, yaitu serangan menjatuhkan lawan dengan perkenaan tulang kering ke sasaran betis dengan lintasan dari luar ke dalam.
- Beset, yaitu serangan menjatuhkan lawan dengan alat penyasar betis.
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. Siswa melakukan gerakan serangan dengan menggunakan sapuan dapat dilakukan dengan sapuan tegak, sapuan rebah, sabetan, dan beset dalam pencak silat. Kemudian selanjutnya membandingkan pengamatannya dengan cara berikut:
- Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
- Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan siswa.
- Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.
* Aktivitas pembelajaran serangan dengan menggunakan dengkulan
Dengkulan yaitu serangan yang menggunakan lutut/dengkul sebagai alat penyerangan, dengan sasaran kemaluan, dada, dan pinggang belakang. Dengkulan terdiri dari tiga jenis antara lain sebagai berikut:
- Dengkulan depan, yaitu serangan dengan dengkulan, lintasannya dari atas ke bawah, dengan sasaran dada dan kemaluan.
- Dengkulan samping dalam, yaitu lintasannya seperti busur dari luar ke dalam dengan sasaran ke arah dada.
- Dengkulkan samping luar, yaitu lintasannya dari dalam ke luar, dengan sasaran perut.
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. Siswa melakukan gerakan serangan dengan menggunakan dengkulan dalam pencak silat. Kemudian membandingkan pengamatannya dengan cara berikut:
- Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
- Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan siswa.
- Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.
* Aktivitas pembelajaran serangan dengan menggunakan guntingan
Guntingan adalah gerakan menjatuhkan lawan yang dilakukan dengan menjepit kedua tungkai kaki pada sasaran leher, pinggang, atau tungkai lawan sehingga lawan terjatuh. Guntingan terdiri dari guntingan luar dan guntingan dalam.
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan gerakan serangan dengan menggunakan guntingan dalam pencak silat berikut ini.
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. Siswa melakukan gerakan serangan dengan menggunakan guntingan dalam pencak silat. Kemudian yang membandingkan pengamatannya dengan cara berikut:
- Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
- Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan siswa.
- Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.
Nur Mohammad, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan : buku guru/Kementerian Pendidikan. Bandung, PT. Sarana Pancakarya Nusa